KORUPSI
Korupsi sebagai tingkah laku individu yang menggunakan
wewenang dan jabatan guna mengeruk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan
umum dan negara. Perilaku pejabat publik, baik politikus maupun pegawai negeri,
yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya didi atau memperkaya mereka
yang dekat dengannya dengan menggunakan kekuasaan yang dipercayakan kepadanya.
Sebab-Sebab Korupsi
1. Gaji yang
rendah
2. Kurang
sempurnanya peraturan perundang-undangan
3. Administrasi
yang lamban dan sebagainya.
PEMALSUAN
Tindak pidana
kejahatan yang membuat seolah-olah sebuah hal terlihat benar adanya.
Bentuk
Pemalsuan
- Sumpah
Palsu
Melakukan hal yang melanggar sumpah
dengan sengaja merupakan bentuk pidana. Diatur dalam pasal 242 KUHP
- Pemalsuan
Uang
Diatur dalam pasal 244 KUHP. Dan dibagi menjadi dua bentuk :
·
Membikin Secara Meniru
·
Memalsukan
- Pemalsuan
Materai
Pemalsuan materai merugikan
pemerintah karena pembelian materai adalah semacam pajak dan pemalsuan materai
berakibat berkurangnya pajak ke kas Negara. Diatur dalam pasal 253 KUHP.
PEMBAJAKAN
Pembajakan merupakan sebuah istilah yang digunakan
untuk menggambarkan berbagai macam aktifitas ilegal atau pemalsuan yang
berkaitan dengan dunia bisnis.
Beberapa Bentuk Strategi Anti Pembajakan
- Warning
Strategy
Perusahaan pemegang merek asli
memberikan peringatan secara aktif kepada para konsumennya terhadap
produk perusahaan tersebut yang dipalsukan.
- Withdrawal
Strategy
Perusahaan pemegang merek asli
mengawasi dan memilih secara ketat distributor yang memasarkan produknya di
pasar yang dicurigai produk bajakan sangat banyak dijual. Produk- produk di
bawah merek ‘Hunting World’ hanya dijual pada 80 pengecer di seluruh dunia.
Kasus penjualan kaos merek Dagadu Yogyakarta yang hanya membuka outlet
penjualan produknya terbatas, bertujuan untuk memberikan kepastian kepada
konsumennya bahwa produk yang dibeli asli.
- Prosecution
Strategy
Perusahaan pemegang merek asli
melibatkan tim penyidik yang dibentuk oleh perusahaan sendiri untuk melakukan
penyelidikan secara aktif tempat-tempat yang dicurigai sebgai pembuat produk
palsu dari perusahaan tersebut.
- Monitoring
Strategy
Perusahaan pemegang merek asli
memandang bahwa distributor adalah pemegang kunci penyebaran produk palsu
dipasar. Karena itu, pendekatan dengan distributor untuk membangun loyalitas
akan lebih efektif dalam menghentikan produk bajakan di pasar. Distributor di
dorong untuk memegang peranan aktif dengan cara melaporkan setiap temuan yang
mencurigakan terhadap kemungkinan produk palsu. Strategi ini biasanya di ikuti
dengan berbagai macam insentif untuk mendorong keaktifan distributor memerangi
pembajakan produk. Banyak produk merek terkenal yang bersifat ‘luxury’ atau
mewah dan mahal memiliki hubungan dengan pengecer yang memiliki reputasi tinggi
dalam hal penjualan produk asli. Dengan reputasinya ini penjual bahkan berani
menanggung denda kerugian kalau produk yang dijualnya ternyata palsu, sehingga
mereka sangat aktif membantu memerangi produk bajakan karena pada akhirnya akan
merugikan mereka (pengecer).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar