Selasa, 11 November 2014

Resensi Novel 5cm.



Judul Novel        : 5cm.
Penulis                : Donny Dirgantoro
Penerbit              : PT. Grasindo
Tahun Terbit        : 2005
Tebal                   : 381 halaman


SINOPSIS
Berawal dari sebuah tongkrongan lima orang anak muda yang mengaku “manusia-manusia agak pinter dan sedikit tolol yang sangat  sok tau”. Mereka adalah Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta. Arial adalah sosok yang paling ganteng diantara mereka. Arial kuliah di Fakultas Hukum, tapi dia sama sekali tidak mengerti  hukum. Arial kalau makan harus ada kecap. Selama tidak ada masalah, selama ada kecap dan gengnya, dia bisa bilang “tenang-tenang”. Itu saja kalimat yang mucul, sebab yang paling penting untuk Arial adalah semua berjalan dengan asik dan cool. Riani adalah makhluk bernama wanita yangb semesta kirimkan untuk mereka. Riani suka agak serius ditongkrongan, dan paling luas pengetahuannya. Cita-citanya adalah bekerja di TV. Itu sebabnya dia kuliah di jurusan Broadcasting.
Zafran adalah penyair yang selalu bimbang. Dia adalah orang yang akan bilang apa saja yang dia mau bilang. Zafran percaya kalo dia sebenarnya mempunyai keturunan Achilles dalam darahnya. Semuanya tahu kalau Zafran sangat tergila-gila dengan adiknya Arial yaitu Dinda. Tapi Dinda adalah orang yang sangat cuek. Kalau ada Arial versi perempuan, ya Dinda orangnya. Walaupun sebenarnya mereka tidak kembar.  Ian adalah penganut sekte 4-4-2 yang fanatik. Dia fans berat Manchaster United dan Indomie. Salah satu yang disukai rombongan tongkrongan ini dari ian adalah tenyata Ian mempunyai ritual yang aneh, tapi punya arti banyak bagi kaum laki-laki. Genta “The Leader”. Tidak ada yang tahu kalau Genta adalah fans berat Riani. Bahkan Riani sendiri tidak menyadarinya. Genta adalah seorang asisten dosen favorit di kampusnya. Menurut riani, Genta itu segalanya yang dibutuhkan sebagai seorang teman.
Tidak satu malam minggupun mereka lewati tanpa nongkrong bareng. Sampai akhirnya mereka merasa bosan dan memutuskan untuk tidak bertemu, sms, telpon, atau komunikasi lainnya selama tiga bulan. Setelah tiga bulan berlalu tepatnya tanggal 14 Agustus mereka bertemu lagi dan merayakan pertemuan mereka dengan mendaki puncak Mahameru. Perjalanan mereka dari Jakarta menuju Malang telah membuat kelima anak manusia itu semakin mengerti arti dari kehidupan dan persahabatan. Mahameru bukan sekedar perjalanan alam, tapi perjalanan sebuah hati. Belum pernah ada bukti-bukti nyata dalam angka dan kalkulasi yang bisa dipecahkan oleh ilmun pengetauan tentang bagaimana sebuah mimpi dan keyakinan bisa membuat begitu banyak perbedaan yang bisa mengubah kehidupan manusia.


UNSUR INTRINSIK NOVEL
1.       Tema : tentang persahabatan lima anak manusia yang berbeda karakter tapi mempunyai keyakinan yang sama pada mimpi-mimpinya dan mengejarnya.
2.       Latar : Jakarta, stasiun kereta api senen, Malang, Ranu Pane, Ranu Kumbolo, Puncak Mahameru.
3.       Waktu : Pagi hingga malam.
4.       Alur : menggunakan alur maju mundur. Karena mereka juga menceritakan kejadian-kejadian dimasa lalu.
5.       Gaya bahasa : gaya bahasa yang digunakan sangat familiar sehingga pembaca tidak kesulitan untuk mengerti bahasa-bahasa yang digunakan dalam novel.
6.       Amanat : harus meyakini mimpi atau keyakinan kita terhadap sesuatu dan berusaha untuk mengejarnya.

KELEBIHAN NOVEL
Secara tidak langsung novel ini mengajarkan persahabatan, cinta, dan indahnya berbagi. Dan mengajarkan untuk menyakini mimpi-mimpi bahwa itu semua bisa terwujud. Menginspirasi pembaca untuk semangat menjalani hidup. Dengan penempatan setting waktu dan tempat yang sangat detail, maka pembaca bisa dengan mudah membayangkan tempat-tempat yang ada. Contohnya Ranu Pane, keindahan Ranu kumbolo, menakjubkannya Puncak Mahameru.

KEKURANGAN NOVEL
Di akhir cerita, pembentukian keluarga seperti Dinda dan Deniek, Ian dan Happy Salma, Genta dengan citra teman kantor Riani. Terkesan agak memaksakan karena sebelumnya tidak diceritakan lebih dulu bagaimana perjalanan cinta meraka yang akhirnya bisa sampai menikah.