Minggu, 11 Januari 2015

Resensi Novel Raksasa Dari Jogja



Judul Novel        : Raksasa Dari Jogja
Penulis                : Dwitasari
Penerbit              : PlotPoint Publishing (PT. Bentang Pustaka)
Tahun terbit         : 2012
Tebal                   : 270 halaman


SINOPSIS
Bianca tidak kenal cinta. Satu hal yang ia pelajari dari kedua orang tuanya bahwa cinta itu omong kosong. Ia tumbuh bersama kisah yang dibentuk dari air mata mamanya, makian dan pukulan papanya. Apa itu yang namanya cinta?
Bianca tidak paham cinta. Tapi, dinding kamarnya penuh dengan cerita-cerita tentang itu. Buku-buku itu seperti peta ke ranah fantasi bagi Bianca. Sebuah tempat asing, tempat Joshua mungkin tinggal di dalamnya.
Bianca tidak percaya cinta. Saat satu-satunya lonceng pemanggil kearah sana telah direbut sahabat terbaiknya. Joshua telah direbut Letisha. Belahan hatinya memilih pergi dengan belahan hatinya yang lain.
Bianca tidak punya cinta. Dengan itu ia pergi ke Jogja. Di kota itu seorang raksasa lembut mencoba memperbaiki remuk hatinya. Mencoba mendekapnya untuk mengembalikan lagi kehangatan hati. Tapi apakah Bianca masih bisa percaya bahwa cinta bukan hanya bahan jualan penulis-penulis saja?

UNSUR INTRINSIK NOVEL
1.       Tema: novel ini temanya tentang cinta. Cinta yang awalnya menjadi hal yang tidak dipercayai oleh seseorang, akhirnya bisa ia rasakan.
2.       Latar: Rumah Bianca, sekolah di Jakarta, Rumah Kevin, Kampus di Jogja.
3.       Waktu: pagi hingga malam.
4.       Alur: alur maju.
5.       Gaya bahasa: menggunakan bahasa yang dimengerti oleh pembaca dan agak sedikit baku dibagian narasi.
6.       Amanat: jangan langsung tidak mempercayai sesuatu sebelum mencoba untuk merasakannya. Terutama cinta.



KELEBIHAN NOVEL
Novel ini menceritakan tentang perempuan yang tidak percaya cinta dan akhirnya bisa jatuh cinta kepada seorang laki-laki. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan banyak menggunakan kata-kata mutiara di bagian narasi.

KEKURANGAN NOVEL
Novel ini tidak diperuntukkan untuk anak-anak dibawah umur karena banyak cerita-cerita yang mengisahkan tentang kekerasan dalam rumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar