Judul Novel :
5cm.
Penulis :
Donny Dirgantoro
Penerbit :
PT. Grasindo
Tahun Terbit :
2005
Tebal :
381 halaman
SINOPSIS
Berawal dari sebuah tongkrongan
lima orang anak muda yang mengaku “manusia-manusia agak pinter dan sedikit
tolol yang sangat sok tau”. Mereka
adalah Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta. Arial adalah sosok yang paling
ganteng diantara mereka. Arial kuliah di Fakultas Hukum, tapi dia sama sekali
tidak mengerti hukum. Arial kalau makan
harus ada kecap. Selama tidak ada masalah, selama ada kecap dan gengnya, dia
bisa bilang “tenang-tenang”. Itu saja kalimat yang mucul, sebab yang paling
penting untuk Arial adalah semua berjalan dengan asik dan cool. Riani adalah makhluk bernama wanita yangb semesta kirimkan
untuk mereka. Riani suka agak serius ditongkrongan, dan paling luas
pengetahuannya. Cita-citanya adalah bekerja di TV. Itu sebabnya dia kuliah di
jurusan Broadcasting.
Zafran adalah penyair yang selalu
bimbang. Dia adalah orang yang akan bilang apa saja yang dia mau bilang. Zafran
percaya kalo dia sebenarnya mempunyai keturunan Achilles dalam darahnya.
Semuanya tahu kalau Zafran sangat tergila-gila dengan adiknya Arial yaitu
Dinda. Tapi Dinda adalah orang yang sangat cuek. Kalau ada Arial versi
perempuan, ya Dinda orangnya. Walaupun sebenarnya mereka tidak kembar. Ian adalah penganut sekte 4-4-2 yang fanatik.
Dia fans berat Manchaster United dan
Indomie. Salah satu yang disukai rombongan tongkrongan ini dari ian adalah
tenyata Ian mempunyai ritual yang aneh, tapi punya arti banyak bagi kaum
laki-laki. Genta “The Leader”. Tidak ada yang tahu kalau Genta adalah fans
berat Riani. Bahkan Riani sendiri tidak menyadarinya. Genta adalah seorang
asisten dosen favorit di kampusnya. Menurut riani, Genta itu segalanya yang
dibutuhkan sebagai seorang teman.
Tidak satu malam minggupun mereka
lewati tanpa nongkrong bareng. Sampai akhirnya mereka merasa bosan dan
memutuskan untuk tidak bertemu, sms, telpon, atau komunikasi lainnya selama
tiga bulan. Setelah tiga bulan berlalu tepatnya tanggal 14 Agustus mereka
bertemu lagi dan merayakan pertemuan mereka dengan mendaki puncak Mahameru.
Perjalanan mereka dari Jakarta menuju Malang telah membuat kelima anak manusia
itu semakin mengerti arti dari kehidupan dan persahabatan. Mahameru bukan
sekedar perjalanan alam, tapi perjalanan sebuah hati. Belum pernah ada
bukti-bukti nyata dalam angka dan kalkulasi yang bisa dipecahkan oleh ilmun
pengetauan tentang bagaimana sebuah mimpi dan keyakinan bisa membuat begitu
banyak perbedaan yang bisa mengubah kehidupan manusia.
UNSUR INTRINSIK NOVEL
1. Tema
: tentang persahabatan lima anak manusia yang berbeda karakter tapi mempunyai
keyakinan yang sama pada mimpi-mimpinya dan mengejarnya.
2. Latar
: Jakarta, stasiun kereta api senen, Malang, Ranu Pane, Ranu Kumbolo, Puncak Mahameru.
3. Waktu
: Pagi hingga malam.
4. Alur
: menggunakan alur maju mundur. Karena mereka juga menceritakan
kejadian-kejadian dimasa lalu.
5. Gaya
bahasa : gaya bahasa yang digunakan sangat familiar sehingga pembaca tidak
kesulitan untuk mengerti bahasa-bahasa yang digunakan dalam novel.
6. Amanat
: harus meyakini mimpi atau keyakinan kita terhadap sesuatu dan berusaha untuk
mengejarnya.
KELEBIHAN NOVEL
Secara tidak langsung novel ini
mengajarkan persahabatan, cinta, dan indahnya berbagi. Dan mengajarkan untuk
menyakini mimpi-mimpi bahwa itu semua bisa terwujud. Menginspirasi pembaca
untuk semangat menjalani hidup. Dengan penempatan setting waktu dan tempat yang
sangat detail, maka pembaca bisa dengan mudah membayangkan tempat-tempat yang
ada. Contohnya Ranu Pane, keindahan Ranu kumbolo, menakjubkannya Puncak
Mahameru.
KEKURANGAN NOVEL
Di akhir cerita, pembentukian
keluarga seperti Dinda dan Deniek, Ian dan Happy Salma, Genta dengan citra
teman kantor Riani. Terkesan agak memaksakan karena sebelumnya tidak diceritakan
lebih dulu bagaimana perjalanan cinta meraka yang akhirnya bisa sampai menikah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar